Hidup Sebatang Kara, Ibu Ini Mohon Disantuni

Lhoknga|3-4-18|

Hidup dalam wilayah kecamatan yang memiliki perusahaan berskala internasional harusnya memberikan keberkahan tersendiri bagi penduduk setempat, namun hal ini tidak terjadi pada salah seorang warga salah satu Kecamatan dalam wilayah Kabupaten Aceh Besar. Tinggal sebatang kara, ibu ini menceritakan bagaimana pahitnya hidup yang dialami tanpa mendapat perhatian, baik dari pemerintah maupun perusahaan tersebut.

Tetesan air mata terus mengalir diwajah keriput ibu ini saat didatangi Tim Pendamping Pro Abes, dengan menggunakan bahasa Aceh ibu ini berharap agar kondisi hidupnya mendapat perhatian dari Pemerintah tanpa harus diminta “saya faham agama nak, tidak mau meminta-minta, karena dilarang agama, tapi lihatlah bagaimana kondisi hidup saya, saya sudah tua, tidak mampu bekerja, saya hidup apa adanya dengan mengharapkan bantuan ala kadar dari tetangga yang prihatin terhadap saya”.

Pendamping Pro Abes diwakili Nanang Hasani, SE menjelaskan bahwa, tujuan Bupati Aceh Besar, Mawardi Ali membentuk Pro Abes agar penanggulangan kemiskinan dapat dilakukan secara terintegrasi dan tepat sasaran, satu isu besar yang selama ini terjadi adalah masih banyak masyarakat miskin yang belum tersentuh oleh bantuan Pemerintah, bahkan yang lebih buruk lagi bantuan sosial diterima oleh mereka yang tidak berhak. Untuk itu, melalui kehadiran Pro Abes, ke depan angka kemiskinan dapat ditekan melalui proses pendataan, verifikasi dan validasi yang baik dan berintegritas.

One thought on “Hidup Sebatang Kara, Ibu Ini Mohon Disantuni

  • April 7, 2018 at 7:57 pm
    Permalink

    Insyaallah melalui Pro Abes, tangisan orang miskin jadi senyuman merekah

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *