Sosialisasi Program di Kecamatan Peukan Bada

Peukan Bada |26-3-18|

Tim Pendampingan Pro Abes melaksanakan sosialisasi Program Aceh Besar Sejahtera di Kecamatan Peukan Bada. Acara yang bertempat di Aula UDKP Kecamatan Peukan Bada ini dihadiri oleh Camat, Keuchik, Pendamping Pro Abes, TKSK  dan PKH Kecamatan Peukan Bada.

Acara yang diselenggarakan Camat Peukan Bada ini terkait dengan percepatan verifikasi data penerima bantuan sosial sekaligus sosialisasi Program Aceh Besar Sejahtera. Camat dalam sambutannya sangat mengharapkan kepada Keuchik agar dapat memberikan data KPM yang benar-benar layak untuk diinput ke dalam sistem yang telah disiapkan Kementerian Sosial melalui petugas TKSK dan PKH Kecamatan. Camat Peukan Bada juga sangat berharap kepada TP2-ABES Kabupaten untuk memberikan arahan terkait penanggulangan kemiskinan di Kecamatan Peukan Bada.

Aslinda (Linda) petugas TKSK Peukan Bada memaparkan bahwa sampai saat ini, baru 2 Gampong yang telah menyerahkan hasil verifikasi dan validasi data dari 26 jumlah Gampong dan berharap kepada gampong yang belum agar segera menyerahkan berhubung penyaluran bantuan akan segera dilaksanakan.

Nanang Hasani, TP2-ABES menyampaikan bahwa Pro Abes berupaya melakukan penanggulangan kemiskinan melalui strategi koordinasi secara terpadu lintas pelaku dalam perumusan dan penyelenggaraan kebijakan penanggulangan kemiskinan, tugas Pro Abes adalah melakukan pendataan, verifikasi dan validasi data KPM sesuai BDT dan Non BDT  berdasarkan kearifan lokal. Pada tahun 2018, Pemerintah Kabupaten Aceh Besar melalui Pro Abes akan menyalurkan bantuan sosial non tunai kepada 5000 KPM dalam wilayah Kabupaten Aceh Besar, syarat penerima tersebut adalah masyarakat miskin yang belum menerima bantuan sejenis dari tempat lain berdasarkan hasil verifikasi dan validasi yang dilakukan oleh Pendamping Pro Abes Kecamatan.

Afrizal, salah satu keuchik mengharapkan agar program apapun mampu mensejahterkan masyarakat miskin, khususnya di Kecamatan Peukan Bada, selain itu mewakili keuchik yang lain, Afrizal juga berharap penilaian kemiskinan benar-benar dilakukan secara objektif dengan melihat langsung kondisi sosial calon penerima bantuan.(ANG)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *